Menu Close

Dapur Sabandung Kecamatan Bandung Kidul dilirik TP PKK Kota Bandung

Kesibukkan di dapur Sabandung
Foto : Eri Dermawan

KECAMATANBANDUNGKIDUL — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Ny. Siti Muntamah Oded M danial S.AP terkesan dengan kekompakan warga RW 07 Kelurahan Wates, Kecamatan Bandung Kidul dalam melaksanakan Gerakan Sabandung (Sangu Bancakan Urang Bandung). Warga bersedia meminjamkan rumahnya untuk menjadi dapur umum menyiapkan makanan yang akan dibagikan.

“Saya lihat kekompakan di sini sangat luar biasa. Bahkan rumah warga milik pak Yudi dan ibu Soraya dijadikan sebagai tempat dapur Sabandung dan tidak sewa,” ungkap Siti kepada Humas Bandung usai meninjau pelaksaan Sabandung di RW 07 Kelurahan Wates Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis (14/05/2020).

Umi, sapaan akrabnya, pada kesempatan itu menyempatkan diri membantu memasak di dapur umum. Ia takjub melihat bahan-bahan masakan sumbangan warga.

“Di rumah ini pun dijadikan posko untuk menghimpun kebaikan warga sekitar, saya lihat ada beras, minyak, susu. Ini menarik sekali di tingkat RW pun sudah hadir hal seperti ini, bahkan untuk nasi bisa mencapai 150 dus per hari,” katanya.

“Kalau arahan dari Gugus Tugas, gerakan ini berlanjut sampai pandemi Covid-19 selesai. Anggaran yang diberikan oleh Pemkot dalam merealokasikan anggaran TP PKK Kelurahan baru mewajibkan satu minggu sebanyak 200 pak. Tapi ternyata di sini lebih dari itu,” ungkapnya.

Umi sengaja datang untuk melihat budaya gotong royong di tengah masyarakat. Apalagi di saat Ramadan dan pandemi Covid-19.

“Saya bangga sekali kewilayahan menyambut positif dan aktif dalam solusi ini. Para pejuang di masyarakat juga tidak hanya memberikan ‘cinta’ tapi keringat, materil, dan waktunya. Ini sebuah patriotisme yg hadir membersamai perjuangan Pemkot dalam penanggulangan Covid-19,” katanya.

“Tentu saja kehadiran saya sebagai Ketua TP PKK juga ingin memberikan energi positif dan semangat kepada seluruh kader yang menggurita sampai tingkat dasawisma yang juga sebagai ujung tombak bertemu masyarakat. Mereka bekerja dengan gaji sajuta atau sabar, jujur, dan tawakal,” lanjutnya.

Umi berharap semangat masyarakat dalam Gerakan Sabandung dapat dibarengi dengan menyukseskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diimbau oleh pemerintak, yakni social dan physical distancing.

Sementara itu, Camat Bandung Kidul, Evi Hendarin mengatakan, gerakan Sabandung di wilayahnya sudah dilaksanakan sesuai imbauan Wali Kota Bandung. “Pak Wali menyampaikan untuk menumbuhkan kepedulian sesama warga. Pada saat wabah ini ada sebagian warga yang terdampak secara ekonomi, oleh karenanya kita laksanakan Sabandung,” katanya.

“Kalau di sini (Kelurahan Wates) di RW 07 dilaksanakan di rumah warga jadi dinamakan Dapur Umum Sabandung Ibu Soraya Yudi. Pelaksanaanya dimulai dari 5-29 Mei. Jadi selepas Idulfitri pun masih berlangsung,” katanya.

“Di sini pas awal itu 23 bungkus, naik 125 bungkus, hari ini jadi 150. Ke depan targetnya 200 pak per hari. Jadi seluruh warga yang terdampak dapat tercover. Anak-anak dan remaja di Karang Taruna pun dilibatkan dalam pembagian agar menumbuhkan rasa empati terkait keadaan yang terjadi sekarang,” imbuhnya.

Pemilik rumah yang dijadikan Dapur Umum, Soraya mengaku telah terbiasa membagikan takjil saat Ramadan.

“Ibu-ibu ditawari mau tidak masak tapi tanpa diberi upah. Karena ini inisiatif pribadi. Ternyata mereka mau. Akhirnya suami lapor ke RT RW dan didukung hingga sekarang sumbangannya alhamdulillah terus bertambah. Dulu cuma bisa 30 -50 bungkus nasi, sekarang bisa 100 lebih,” ungkapnya.*

Related Posts

Leave a Reply